Keindahan dan Penyair

Keindahan yang kita lihat di alam, bukan karena sebab langit gelap atau terangnya. Tetapi karena pada saat itu hati kita melihat “yang lain” dari apa yang dirasakan oleh mata. Itulah yang disebut selama ini oleh para penyair, dan banyak dari orang-orang kecil seperti kita sebagai momen (lembut) puitik.

Kemudian pada saat itu pula, kata-kata masuk ke dalam kita, sebagai sebuah cermin. Maksudnya, ia merupakan sebuah cermin dari pergerakan eksistensial yang mengalaminya (sebuah Ma’ar) bukan hanya sebagaimana teori klasik mengenai karya sastra (prosa, puisi, kata-kata) sebagai tiruan (mimetik) realitas kebudayaannya.

PENYAIR

Kata sebagai pedang tajam
Tetapi air sungai mengalir
Sepanjang tahun, di atas
Bebatuan hingga remuk
Reng-reng sungai, kelu bersama
Tetesan embun.

Dalam bibirnya, penyair
Meneguk samudra
Meneguk kata-kata
Seperti menelan ombak panah

Selamat malam. Selamat tidur indah. Semoga Ma'(w)ar

01:30, 29 Juni 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s